Juara Indonesia Predator League 2020 Diberikan Beasiswa BRI Institute

Juara Indonesia Predator League 2020 Diberikan Beasiswa BRI Institute

Pada akhir pekan ini, mal Kota Kasablanka menjadi lokasi pertandingan final dari kompetisi eSport Indonesia Predator League 2020 yang digelar Acer Indonesia. Selama dua hari pada 18-19 Januari 2020, ada 16 tim PUBG dan delapan tim DOTA 2 yang siap bertanding demi menjadi yang terbaik di Indonesia Predator League 2020. Menariknya, selain hadiah uang, juara di final kompetisi eSports ini juga disebut mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Beasiswa ini merupakan hasil kerjasama Acer Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Asosiasi Video Games Indonesia dengan BRI Institute. Di mana juara peringkat satu hingga empat di Indonesia Predator League 2020 akan diberikan full scholarship untuk menempuh pendidikan Strata 1 atau S1 di BRI Institute. Fasilitas beasiswa ini digadang-gadang sebagai yang pertama diberikan dalam kompetisi eSports di Tanah Air.

“Beasiswa ini diberikan kepada pemenang dan pemenangnya bisa memilih profesi apa yang mereka inginkan. Karena BRI Institute memberikan banyak pilihan profesi, lebih dari 60 profesi, itu bisa dipilih sesuai apa yang diinginkan oleh para juara. Jadi mereka diberikan kebebasan untuk memilih sesuai bakat dan kebutuhan mereka,” ujar Presiden Direktur Acer Indonesia Herbet Ang pada Media Day Indonesia Final Predator League 2020 di Mal Kokas, Jalan Casablanca, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan (17/1/2020).

Penjelasan lebih lanjut mengenai beasiswa ini juga sempat dipaparkan Rektor BRI Institute Prof. Ir. Dana S. Saroso, MengSc., Ph.D kepada PingPoint.co.id. Ia menjelaskan, perguruan tingginya berfokus di bidang teknologi informasi dan memandang terdapat potensi bakat dari para atlet eSports yang bila diarahkan melalui pendidikan formal maka dapat diterapkan ke berbagai profesi di bidang teknologi mengingat mereka sudah memiliki beragam insight mengenal dunia digital dari video games yang mereka geluti.

“Kita bicaranya talent, bukan lagi bicara kemampuan akademis. Jadi makanya di BRI Institute itu kuliahnya tiga tahun, setahunnya magang untuk mengasah talent,” ujarnya. Menurut Prof. Dana, dari hal-hal sederhana seperti menghadapi tantangan dan mengambil keputusan dengan cepat ketika berkompetisi di dunia digital, hingga kemampuan mata untuk melihat pergerakan karakter dalam animasi games untuk memprediksi langkah selanjutnya dalam pertandingan eSports menjadi bagian dari talent para atlet eSports.

Ia menambahkan, beasiswa ini juga penting untuk para pemenang dari kompetisi Indonesia Predator League 2020. Mengingat dengan seiring berjalannya waktu, para gamer dan atlet eSports juga membutuhkan profesi lain untuk menunjang kehidupan mereka kelak nanti. “Mempersiapkan (momen) itu, kami bantu memberikan profesinya,” pungkasnya.

Sumber : https://pingpoint.co.id/berita/juara-indonesia-predator-league-2020-diberikan-beasiswa-bri-institute/

BRI Institute dan AVGI bersinergi dalam Pengembangan Industri Video Game di Tanah Air

BRI Institute dan AVGI bersinergi dalam Pengembangan Industri Video Game di Tanah Air

Selasa, 17 Desember 2019, BRI Institute mengundang Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI), Sekjen AVGI Angki Trijaka bersama tim AVGI bertemu dan berdiskusi dengan Rektor BRI Institute Prof. Dana S. Saroso bersama sejumlah perwakilan dari program studi dan Tim Marketing. Pertemuan ini mendiskusikan terkait MoU yang akan di laksanakan antara BRI Institute dengan AVGI. selain itu membahas juga hal yang mungkin bisa di sinergikan antara BRI Institute dengan AFGI, Seperti Event Lomba dan Edukasi Video Game Untuk Anak.

Industri Video Game yang semakin pesat dan digandrungi oleh generasi milenial bahkan generasi Z yang saat ini berkisar di usia SD, SMP dan SMA merupakan yang paling banyak menjadi Pemain Game, Video Game saat ini bukan hanya menjadi permainan yang bisa mengisi waktu luang atau sekedar hoby, namun saat ini video game sudah menjadi sebuah profesi yang sangat menjanjikan, dari mulai menjadi atlit Esport atau menjadi Game Developer.

Selain dari lulusan BRI Institute di proyeksikan menjadi  Fintech Engineer, BRI Institute memiliki program studi yang mempunyai Profil Lulusan menjadi Game Developer yaitu Program studi Informatika yang nantinya akan mencetak lulusan yang kompeten di bidang perancangan Video Game. Hal ini bertujuan untuk menjawab talent gap di bidang industri video game.

Prof Dana S. Saroso menegaskan “BRI Institute siap bersinergi dengan AVGI untuk turut berkontribusi dalam perkembangan Video Game di tanah air.” “bahkan di awal tahun 2020 BRI Institute akan mengagendakan sebuah kegiatan untuk mengundang siswa – siswa SMA/SMK untuk kegiatan Seminar Edukasi dan lomba Esport” pungkas Prof Dana S. Saroso.