Pengenalan Dan Pemanfaatan Teknologi Social Crowdfunding

Pengenalan Dan Pemanfaatan Teknologi Social Crowdfunding

 

Sebagai bentuk kerja sama dengan BRI Institute, Indonesia untuk Kemanusiaan mengadakan kegiatan pelatihan yang dihadiri oleh Pengurus dan Badan Pelaksana, serta komunitas pemberdaya Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa). Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas IKa pada posisinya sebagai sebuah organisasi sumber daya masyarakat sipil yang menghimpun, mengelola, membagi, mengembangkan sumber daya sebagai dukungan terhadap gerakan perubahan sosial dalam kerangka hak asasi manusia dan kelestarian sumber daya alam. Pelatihan ini diselenggarakan pada Kamis, 5 November 2020 melalui aplikasi Zoom mengingat kondisi Pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Pelatihan pertama dengan BRI Institute ini memiliki tema “Pengenalan dan Pemanfaatan Teknologi Social Crowdfunding”. Pemanfaatan teknologi crowdfunding menjadi salah satu upaya IKa dalam menghimpun dana dari publik. Pada pelatihan pertama tersebut dipahami bahwa crowdfunding merupakan terobosan metode penggalangan dana karena memudahkan setiap orang dalam berdonasi, namun demikian, lembaga harus mempunyai izin dari kementerian terkait jika akan menyelenggarakan crowdfunding.

Satya Arisena Hendrawan selaku pembicara yang juga merupakan dosen di BRI Institute turut menyebutkan bahwa sebelum suatu lembaga akan menyelenggarakan crowdfunding perlu mengetahui model-model crowdfunding. Pertama* reward crowdfunding* yaitu pemberi dana menerima hadiah oleh penyelenggara sebagai imbalan atas kontribusi yang telah dilakukan. Kedua donasi crowdfunding yaitu pemberi dana tidak menerima imbalan apapun. Ketiga lending crowdfunding yaitu penggalangan dana dalam rupa pinjaman sekelompok orang, bukan dari bank dan harus dikembalikan dalam bentuk angsuran. Sedangkan keempat equity crowdfunding, penggalang dana akan memberi reward berupa kepemilikan perusahaan kepada investor dalam bentuk saham. Berdasarkan keempat model tersebut suatu organisasi dapat dengan jelas menentukan crowdfunding apa yang sesuai dengan kebutuhan organisasinya.

Satya Arisena Hendrawan juga menuturkan bahwa manfaat dan keuntungan dalam crowdfunding yaitu menjangkau lebih banyak donatur, memudahkan donatur dalam berdonasi dan penerimaan donasi bisa dilakukan melalui Virtual Account dan sebagainya. Tapi sebelum itu harus dipastikan campaign di platform crowdfunding sudah memiliki izin resmi karena jika tidak memiliki izin resmi akan merugikan pembuat campaign.

Dalam mengkomunikasikan suatu campaign atau kampanye perlu menjangkau secara luas donatur sehingga sosial media memiliki peran yang sangat penting. Membangun sosial media juga harus menggunakan ilmu tersendiri karena tidak mudah dalam melakukan kampanye.

Pada kesempatan yang sama Soraya Oktaviani selaku staf IKa menanggapi bahwa diperlukannya aplikasi untuk mempermudah dalam melakukan campaign dan perawatan donatur agar donatur yang sudah berdonasi tidak merasa diabaikan sehingga akan menjadi anggota tetap donatur IKa. Suatu hal yang merugikan apabila donatur berpindah atau meninggalkan IKa yang merupakan lembaga penggalang sumber daya.

“Tapi pada kenyataannya sampai saat ini belum ada aplikasi yang menunjang hal tersebut. Masih hanya literasi yang beradopsi sosial crowdfunding seperti kitabisa.com” Satya Arisena.

Tetapi bisa dikatakan IKa tidak ketinggalan dengan teknologi crowdfunding karena IKa sendiri sudah menggunakan platfrom crowdfunding Kitabisa.com, juga ada Global Giving yang berbasis dari luar negeri.

Bagi IKa, kegiatan ini merupakan salah satu upaya mengembangkan kapasitas IKa dalam cara bekerja, melaksanakan program dan layanan, dan cara memaknai IKa sebagai lembaga sumber daya bagi masyarakat sipil. Sebagai lembaga pembelajaran, IKa ingin selalu relevan dengan konteks kekinian, salah satunya dengan mengadaptasi perkembangan teknologi dalam kerja-kerja transformasi sosial.

Sumber : https://indonesiauntukkemanusiaan.org/site/kabar/detail/152/mengenal-dan-memanfaatkan-teknologi-social-crowdfunding

Pengabdian Kepada Masyarakat bersama IKA

Pengabdian Kepada Masyarakat bersama IKA

Jakarta 26/11/2020, Dalam rangka menindaklanjuti kerjasama antara BRI Institute dengan Yayasan Indonesia untuk kemanusiaan (IKA)  dosen BRI institute yang di motori oleh Satya Arisena, mengunjungi kantor IKA untuk membahas beberapa program kerjasama yang sadang dan akan dilaksanakan. saat ini BRI Institute sedang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, bersama IKA dengan tema : “Pelatihan Digital Financial dan Publikasi Digital untuk penggalangan Dana / Social Crowdfunding”  Program ini merupakan serangkaian acara yang terbagi menjadi 5 acara yang akan dilaksanakan selama satu setengah bulan, acara ini di buka pada tanggal 5 November 2020 oleh Rektor BRI Institute Prof. Dana Santoso Saroso, M.Eng.Sc.,Ph.D. adapun rangkaian acara ini akan dilaksanakan sesuai jadwal berikut:

No Tanggal Judul Acara Narasumber
1 5 November 2020 Pengenalan Dan Pemanfaatan Teknologi Social Crowdfunding Satya Arisena Hendrawan, ST, M.Kom
2 12 November 2020 Keamanan Sistem Transaksi Dalam Digital Financial Ahmad Arib Al-farisy, S.Kom, M.Sc.
3 1 Desember 2020 Optimalisasi Social Crowdfunding dengan Digital Marketing Rizki Adha, S.T., M.Kom.
4 3 Desember 2020 Pengenalan dan pemanfaatan API untuk proses payment gateway Rizki Hesananda, S.Kom, M.Kom
5 8 Desember 2020 Pengelolaan Bisnis UMKM Dengan Memanfaatkan Teknologi Drs. Ayi Wahid, M.M. CPM.

 

Selain dari program PkM, BRI Institute bersama Indonesia Untuk Kemanusian bekerjasama dalam Penelitian dan Pengembangan Sistem Penggalangan Dana untuk Pundi Perempuan Indonesia untuk kemanusiaan, dengan pemanfaatan sistem Paymentgetway agar proses pembayaran donasi bisa dilakukan secara mudah dan cepat. Selain itu ada juga sistem penjualan barang Give Back Sale, dimana Ika Bisa menjual kembali barang – barang yang dari para donatur/perusahaan yang memberikan donasi dalam bentuk barang. Program ini di perkirakan akan selesai di awal tahun 2020.

Pengabdian Kepada Masyarakat di LAPAS Klas 1 Tangerang

Pengabdian Kepada Masyarakat di LAPAS Klas 1 Tangerang

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salahsatu dari Tridharma yang wajib dilakukan oleh perguruan tinggi, pada hari selasa 5 November 2019 BRI Institute melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di LAPAS Klas 1 Tangerang. pelaksan kesana kegiatan ini terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Program studi Informatika dan Teknologi informasi. setiap program studi memberikan penyuluhan dan edukasi kepadamasyarakat binaan sesuai dengan keilmuan prodi masing masing. prodi informatika menyampaikan penyuluhan bertema “Edukasi pemanfaatan financial technology (fintech)” sedangkan prodi Teknologi Informasi menyampaikan penyuluhan bertema “Peningkatan penjualan produk UMKM dengan pemanfaatan Technology Informasi”.  selain itu memberian motivasi kerja dan wirausaha pun di sampaikan oleh beberapa pemateri dengan tujuan untuk meningkatkan semangat dan etos kerja bagi para warga binaan. selain itu BRI Cabang  Tangerang A. Yani sebagai mira BRI Institute dalam melaksanakan pengabdian masyarakat. memberikan materi tentang pengenalan produk BRI.

pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bekal dan pemahaman kepada warga binaan tentang pemanfaatan technology informasi untuk meningkatkan penjualan produk, dan pemanfaatan fintech. yang nantinya bisa menjadi bekal mereka setelah menyelesaikan masa tahanan dan kembali kepada masyarakat.

Dalam acara ini juga telah dilaksanakan penandatanganan MoU antara BRI Institute, Lapas Klas 1 Tangerang dan BRI Cabang Tangerang  A. Yani. terkait dengan Tridharma perguruan Tinggi, diharapkan nantinya kegiatan serupa bisa menjadi kegiatan rutin dan berkesinambungan.