BRI Institute Gandeng Anggota Aftech untuk Memberikan Masukan Terhadap Kurikulum

BRI Institute Gandeng Anggota Aftech untuk Memberikan Masukan Terhadap Kurikulum

Jakarta. 12/03/2020 . BRI Institute bekerjasama dengan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengadakan focus Group Discussion dengan Tema Fintech Talent Gap Challenges and Opportunities, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua harian Aftech Ibu Mercy Simorangkir dan Direktur Eksekutif Komunikasi & Komunitas Aftech serta perwakilan 8 perusahaan fintech tanah air dari berbagai vertikal, selain dari sisi praktisi dalam kegiatan ini hadir juga dari pakar akademisi Prof Dr. Andi Adriansyah, M.Eng. kegiatan ini di laksanakan kamis,12 Maret 2020 di Gedung BRI 2, Lt. 29 Ruang Sriwijaya.Dalam diskusi ini dibahas tentang Fintech talent gap dan tantangan yang dihadapi bri institute dalam mengisi fintech talent gap tersebut, dalam acara ini setiap perusahaan fintech dari berbagai vertikal berdiskusi dan memberikan masukan untuk bri institute dalam penyempurnaan kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri.

BRI Institute sebagai The 1st Fintech University in Indonesia terus berkomitmen untuk menjalin kerjasama dengan industri fintech dan berkontribusi untuk mengisi Fintech talent gap dengan cara terus mengupdate kurikulum sehingga sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam FGD ini Rekor BRI Institute Prof. Dana S. Saroso memperkenalkan program 3+1 atau Company Learning Program (CLP) kepada perusahaan Fintech. dimana mahasiswa 3 tahun melakukan masa perKuliah di kampus ditambah 1 tahun magang di BRI GROUP atau perusahaan Fintech yang sudah bekerjasama dengan BRI Institute. Dalam hal ini perusahaan fintech sangat menyambut baik program 3+1 dan bersedia menerima mahasiswa BRI Institute untuk melakukan magang di perusahaan fintech tersebut.

Gallery Foto

Juara Indonesia Predator League 2020 Diberikan Beasiswa BRI Institute

Juara Indonesia Predator League 2020 Diberikan Beasiswa BRI Institute

Pada akhir pekan ini, mal Kota Kasablanka menjadi lokasi pertandingan final dari kompetisi eSport Indonesia Predator League 2020 yang digelar Acer Indonesia. Selama dua hari pada 18-19 Januari 2020, ada 16 tim PUBG dan delapan tim DOTA 2 yang siap bertanding demi menjadi yang terbaik di Indonesia Predator League 2020. Menariknya, selain hadiah uang, juara di final kompetisi eSports ini juga disebut mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Beasiswa ini merupakan hasil kerjasama Acer Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Asosiasi Video Games Indonesia dengan BRI Institute. Di mana juara peringkat satu hingga empat di Indonesia Predator League 2020 akan diberikan full scholarship untuk menempuh pendidikan Strata 1 atau S1 di BRI Institute. Fasilitas beasiswa ini digadang-gadang sebagai yang pertama diberikan dalam kompetisi eSports di Tanah Air.

“Beasiswa ini diberikan kepada pemenang dan pemenangnya bisa memilih profesi apa yang mereka inginkan. Karena BRI Institute memberikan banyak pilihan profesi, lebih dari 60 profesi, itu bisa dipilih sesuai apa yang diinginkan oleh para juara. Jadi mereka diberikan kebebasan untuk memilih sesuai bakat dan kebutuhan mereka,” ujar Presiden Direktur Acer Indonesia Herbet Ang pada Media Day Indonesia Final Predator League 2020 di Mal Kokas, Jalan Casablanca, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan (17/1/2020).

Penjelasan lebih lanjut mengenai beasiswa ini juga sempat dipaparkan Rektor BRI Institute Prof. Ir. Dana S. Saroso, MengSc., Ph.D kepada PingPoint.co.id. Ia menjelaskan, perguruan tingginya berfokus di bidang teknologi informasi dan memandang terdapat potensi bakat dari para atlet eSports yang bila diarahkan melalui pendidikan formal maka dapat diterapkan ke berbagai profesi di bidang teknologi mengingat mereka sudah memiliki beragam insight mengenal dunia digital dari video games yang mereka geluti.

“Kita bicaranya talent, bukan lagi bicara kemampuan akademis. Jadi makanya di BRI Institute itu kuliahnya tiga tahun, setahunnya magang untuk mengasah talent,” ujarnya. Menurut Prof. Dana, dari hal-hal sederhana seperti menghadapi tantangan dan mengambil keputusan dengan cepat ketika berkompetisi di dunia digital, hingga kemampuan mata untuk melihat pergerakan karakter dalam animasi games untuk memprediksi langkah selanjutnya dalam pertandingan eSports menjadi bagian dari talent para atlet eSports.

Ia menambahkan, beasiswa ini juga penting untuk para pemenang dari kompetisi Indonesia Predator League 2020. Mengingat dengan seiring berjalannya waktu, para gamer dan atlet eSports juga membutuhkan profesi lain untuk menunjang kehidupan mereka kelak nanti. “Mempersiapkan (momen) itu, kami bantu memberikan profesinya,” pungkasnya.

Sumber : https://pingpoint.co.id/berita/juara-indonesia-predator-league-2020-diberikan-beasiswa-bri-institute/

BRI Institute Mendeklarasikan Sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia

BRI Institute Mendeklarasikan Sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia

Senin 18 November 2019, BRI Institute merayakan Dies Natalis yang pertama dengan menyelenggarakan acara Seminar Fintech Internasional yang dikemas dalam acara BRInnovate 2019 dengan tema “From a Global Microfinance Pioneer to a Leading Human Capital in Financial Technology”, dalam acara ini BRI institute mendeklarasikan sebagai : “The First Fintech University in Indonesia”. dalam seminar ini menghadirkan pembicara dari berbagai bidang diantaranya dari Akademisi, dari peaktisi dan dari Regulasi / Pemerintah.

Dalam acara ini dilaksanakan pula penandatanganan MoU antara Bank BRI dengan MIT (Massachusetts Institute of Technology) di bawah payung MIT Industrial Liaison Program, dan juga BRI Institute dengan Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH). Dengan ditandatanganinya dokumen tersebut, diharapkam memperkuat keberadaan BRI Institute sebagai FinTech University.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank BRI, Bapak Indra Utoya mengatakan “Kegiatan  ini menggambarkan peran penting dari BRI Institute bagi Bank BRI dan grup anak perusahaannya untuk menyiapkan tenaga profesional muda dengan kompetensi yang future-proof dalam bidang teknologi informasi dan ilmu keuangan,” .

Rektor BRI Institute,Prof. Dana Saroso mengatakan BRI menjadi pionir di bidang mikro finance, namun seiring dengan perkembangan digital dibutuhkan SDM yang tidak hanya unggul dalam mikro finance melainkan juga fintech. Kerja sama dengan MIT bisa memperkuat perkembangan SDM yang berkualitas.

Pengabdian Kepada Masyarakat di LAPAS Klas 1 Tangerang

Pengabdian Kepada Masyarakat di LAPAS Klas 1 Tangerang

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salahsatu dari Tridharma yang wajib dilakukan oleh perguruan tinggi, pada hari selasa 5 November 2019 BRI Institute melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di LAPAS Klas 1 Tangerang. pelaksan kesana kegiatan ini terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Program studi Informatika dan Teknologi informasi. setiap program studi memberikan penyuluhan dan edukasi kepadamasyarakat binaan sesuai dengan keilmuan prodi masing masing. prodi informatika menyampaikan penyuluhan bertema “Edukasi pemanfaatan financial technology (fintech)” sedangkan prodi Teknologi Informasi menyampaikan penyuluhan bertema “Peningkatan penjualan produk UMKM dengan pemanfaatan Technology Informasi”.  selain itu memberian motivasi kerja dan wirausaha pun di sampaikan oleh beberapa pemateri dengan tujuan untuk meningkatkan semangat dan etos kerja bagi para warga binaan. selain itu BRI Cabang  Tangerang A. Yani sebagai mira BRI Institute dalam melaksanakan pengabdian masyarakat. memberikan materi tentang pengenalan produk BRI.

pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bekal dan pemahaman kepada warga binaan tentang pemanfaatan technology informasi untuk meningkatkan penjualan produk, dan pemanfaatan fintech. yang nantinya bisa menjadi bekal mereka setelah menyelesaikan masa tahanan dan kembali kepada masyarakat.

Dalam acara ini juga telah dilaksanakan penandatanganan MoU antara BRI Institute, Lapas Klas 1 Tangerang dan BRI Cabang Tangerang  A. Yani. terkait dengan Tridharma perguruan Tinggi, diharapkan nantinya kegiatan serupa bisa menjadi kegiatan rutin dan berkesinambungan.

 

Pengabdian Masyarakat Di Rutan Depok

Pengabdian Masyarakat Di Rutan Depok

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) BRI Institute yang dilaksanakan di Rutan Klas IIB (Jl. M. Nasir No.55, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat) oleh dosen dari Program Studi Kewirausahaan dan Sistem Informasi dalam rangka melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi pada hari Senin, 14 Oktober 2019 berlangsung lancer dan meriah.
Peserta terdiri dari warga binaan Rumah Tahanan yang sudah mempunyai kegiatan produksi berupa kerajinan dari koran bekas, kayu, dan kain berjumlah 30 orang dalam usia produktif 20 sd 40 tahun.
Kepala Rutan Klas IIB Depok Bp. Bawono Ika Sutomo, A.Md.IP., SH., M.Si. menyambut dengan antusias kedatangan pelaksana PkM dari BRI Institute yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor 1 bid Akademik Bapak Dr. Much. Yusuf, SE.Ak., MM., CA. dan Bapak Efendi Hidayat, SE., MM. selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
Tema PkM adalah ‘Penerapan Pemasaran Berbasis Online untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM’ .
Kegiatan PkM ini didukung oleh BRI Cabang Depok.

Sosialisasi Dokumen SPMI BRI Institute

Sosialisasi Dokumen SPMI BRI Institute

Jumat tanggal 4 Oktober 2019, BRI Institute menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI). Pada kegiatan ini dipaparkan 35 Standar SPMI yang terdiri dari 24 Standar Wajib dan 11 Standar yang ditetapkan BRI Institute kepada seluruh civitas akademika BRI Institute. Siklus pelaksanaan SPMI dari tahap Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pelaksanaan, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP). Kelima tahap inilah yang diterapkan untuk semua standar pendidikan tinggi dalam SPMI BRI Institute. Dari setiap standar SPMI dilengkapi dengan Manual SPMI, Standar Opertional Prosedur (SOP) dan Formulir SPMI.